![]() |
| Bupati Batang Hari saat menyampaikan jawaban atas rekomendasi DPRD/foto:ist |
Sebelum menyampaikan point-point jawaban tersebut,, Fadhil atas nama pribadi beserta jajaran pemkab Batanghari menyampaikan permintaan maaf di moment bulan syawal ini.
“Kami atas nama pribadi serta Wakil Bupati dan seluruh jajaran Pemkab Batanghari mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin kepada bapak ibu pimpinan dan anggota DPRD Batang Hari. Kalau bapak/ibu anggoota DPRD tidak perlu meminta maaf ke kami, kareno pasti tidak ada salahnyo. Kami biaso bersalah kepada bapak/ibu DPRD,” sebutnya.
Dalam sambutannya, Fadhil mengatakan, di tengah tekanan fiskal terhadap APBD Kabupaten Batang Hari, tentunya menjadi ujian dan alat ujian keikhlasan bagi pemerintah beserta jajaran. Bagaimana mereka harus bekerja keras dan tetap mendedikasikan diri untuk memberikan pengabdian dan pelayanan terbaik kepada Masyarakat.
“Kalau kita analogikan sebuah rumah tangga, bagaimana keutuhan rumah tangga ini diuji dengan kesulitan ekonomi di dalam rumah tangga itu. Pada saat keharmonisan itu tercapai, pada saat pengabdian biso tercapai, ditengah himpitan kekurangan dana atau anggaran. Maka kita menjadi orang yang harkat martabatnya diangkat oleh Allah SWT,” ujar Fadhil.
Lanjut dia, keterbatasan anggran ini tentuya tidak hanya di hadapi oleh Kabupaten Batang Hari saja, tetapi juga di alami oleh Negara Indonesia. Hal itu disebabkan oleh ketidakppastian global ditengah kerumitan yang terjadi di dunia internasional.
Namun, meskipun demikian, berdasarkan data statistik Kabupaten Batanghari, peningkatan kesejahteraan masyarakat terus berlangsung di tengah himpitan ekonomi yang tidak pasti ini.
“Tadi apa yang disampaikan oleh Pak Bustomi, dari data di desain tentang sensus ekonomi kepada masyarakat Batang Hari, Desilnya berubah, ada yang ningkat kesejahteraanya,” sambungnya.
Ia juga meminta kepada DPRD Batang Hari untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa dengan meningkatnya kesejahteraan mereka harus bersyukur bukan justru meminta Kembali bantuan yang sudah dihentikan oleh pemerintah.
“Ada ketidaksiapan psikologi dan emosional bagi masyarakat yang kesejahteraanya meningkat. Ketika dihentikan bantuannya, dia marah. Padahal ekonominya sudah naik,” bebernya,
Fadhil juga menyebutkan, bahwa di Kabupaten Batang Hari itu sendiri pendapatan perkapita siginifikan naik dan hal itu berlangsung dari tahun ke tahun. Kesenjangan ekonomi menurun. Pertumbuhan ekonomi juga mengalami kenaikan setiap tahunnya.
“Dan ini mesti kita syukuri bersama, di tengah keterbatasan anggaran, tapi tuhan memberikan peluang lain, sehingga masyarakat biso menghasilkan sesuatu yang baik bagi ekonomi Kabupaten Batang Hari,” kata dia.
Selain itu, terkait adanya perubahan harga sawit, beras dan karet, hal itu tentunya diluar kuasa Pemkab Batang Hari, karena ada mekanisme pasar yang mengatur hal tersebut. Namun, pemerintah akan terus berupaya mendorong perkebunan dan pertanian mempunyai hasil yang optimal.
“Maka kita minta didorong, bagaimana petani kita punya kemampuan atau pemberdayaan yang baik untuk mensejahterakan dirinya. Dan ini akan terus berlangsung,” pungkasnya.(PG/ANI)

Posting Komentar untuk "Di Tengah Himpitan Ekonomi, Bupati Batang Hari Sebut Kesejahteraan Masyarakat Tetap Meningkat"