Opini : Gubernur Jambi Al Haris dan Dumisake

Musri Nauli/foto:ist
Oleh : Musri Nauli*

BulianId - Visi -Misi Jambi Mantap 2020-2024 dikenal diantaranya seperti “infrastruktur”, internet gratis, bedah rumah, pendidikan dan Modal UMKM.

Program Bedah rumah, pendidikan dan modal UMKM termasuk kedalam visi -misi Jambi mantap dan kemudian dikenal didalam program DUMISAKE (Dua Milyar Satu Kecamatan). 

Tema infrastruktur merupakan problem statement didalam visi-misi Jambi mantap dengan penegasan Ketersediaan dan Kualitas Infrastruktur : secara umum masih kurang memadai dalam mendukung pengembangan wilayah. 

Sehingga tidak salah kemudian, suara gembira masyarakat Kumpeh Ulu dan Kumpeh Ilir yang sudah merasakan jalannya sudah dirasakan mulus. Suasana jalan yang selama 20 tahun terakhir sama sekali tidak disentuh. 

Atau juga masyarakat Batangasai yang didalam berbagai live tiktok sembari memacu kencang kendaraan. Menunjukkan kegembiraannya setelah menikmati jalan yang sepuluh tahun terakhir praktis tidak pernah disentuh.

Berbagai pembenahan Infrastruktur terutama jalan-jalan yang Sudah nyata di periode Al Haris - Sani sebagai Gubernur/Wakil Gubernur menunjukkan kinerja nyata. Menyelesaikan dengan waktu cepat (sat-set). Problema utama yang paling dirasakan masyarakat Jambi.

Begitu juga capaian program “internet gratis”. Program Internet Gratis Desa oleh Pemerintah Provinsi Jambi terus Berlanjut di Tahun 2024. Saat ini sudah 205 desa sudah tersentuh program tersebut.

Secara bertahap tahun 2022 sebanyak 105 titik, tahun 2023 (100 titik) dan tahun 2024( 80 titik). 

Dengan demikian maka program nyata visi-mis Jambi mantap langsung dirasakan oleh masyarakat yang jauh dari akses internet.

Program internet gratis ini berbentuk Vsat, Biber optik (PO) kabel, atau melalui triangle tower radio dibawah kendali Dinas Kominfo (Diskominfo) provinsi Jambi merupakan visi misi ‘Jambi Mantap’ nyata  Al Haris - Abdullah Sani.

Untuk mewujudkan Dumisake sebagai program dan tagline yang mudah diingat publik maka harus dilihat bagaimana realisasinya memasuki tahun 2024.

Program Dumisake kemudian diturunkan menjadi Jambi Cerdas dan Pintar, Jambi Sehat, Jambi Tangguh, Jambi Agamis, dan Jambi Responsif. 

Jambi Cerdas dan pintar kemudian diturunkan menjadi biaya pendidikan Siswa/Mahasiswa bagi keluarga miskin dan Pemberian beasiswa pendidikan bagi keluarga miskin 


Data Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sejak 2022 hingga 2024 ini bantuan pendidikan berupa seragam sekolah, buku, pena, tas, sepatu, kaos kaki, alat bantu dengar, kursi roda, reglet, dan tongkat tuna netra telah menyasar 15.368 siwa. 

Jumlah tersebut tersebar di semua Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi dengan rincian tahun 2022 terealisasi 4.701 siswa, 2023 menyasar 5.435 siswa.  Perlengkapan pendidikan tersebut paling banyak diterima siswa SMA yakni 9.043 orang, siswa SMK 5.096 orang dan siswa SLB 1.229 orang.

Tak hanya siswa sekolah negeri, Gubernur Al Haris melalui program bantuan pendidikan juga membantu biaya untuk siswa tidak mampu di sekolah swasta. Bantuan pendidikan SPP untuk siswa sekolah swasta ini dianggarkan sejak 2023 dan 2024.

Program Dumisake yang kemudian diturunkan di Jambi Tangguh yang ditandai dengan bedah rumah.  Program “bedah rumah” sudah menunjukkan kinerja yang langsung dirasakan oleh masyarakat Jambi. Mencakup 551 unit rumah di 115 Desa. Program nyata untuk memberikan dukungan sekaligus perlindungan kepada masyarakat yang selama ini terabaikan. 

Jambi mantap Tangguh selanjutnya adalah dukungan pendanaan modal kerja untuk UMKM. Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jambi dengan jumlah penerima tahun 2022 mencapai 1.453 UMKM dan tahun 2023 mencapai 3.590 UMKM se-Provinsi Jambi.

Bantuan modal kerja yang merupakan bagian realisasi dari Dumisake Jambi Mantap ini nilainya mencapai Rp 37,280 Miliar. Dibagikan selama 2 tahun berturut, dimana tahun 2022 dengan realisasi Dumisake UMKM sebesar Rp 19,330 miliar dan tahun 2023 dengan realisasi Rp. 17,950 miliar.

Dengan demikian maka penerima bantuan modal kerja mencapai 5.043 UMKM. Jauh melampaui target RPJMD ditargetkan 4.500 UMKM.

Sehingga tidak salah kemudian infrastruktur yang Sudah dibenahi dan janji langsung DUMISAKE (dikenal dengan tagline Jambi mantap) yang sudah terlaksana tidak salah kemudian didalam menyusun visi-misi Jambi mantap dapat diukur, dinilai sekaligus untuk melihat kemampuan Al Haris - Sani didalam pemenuhan janjinya kepada rakyat Jambi.

Saya kemudian teringat ketika penyusunan dan pembahasan Visi-Misi Jambi Mantap 2020-2024, entah beberapa kali Al Haris ingin beberapa program yang telah disusun agar dihapuskan.

“Jangan terlalu muluk-muluk. Sayo dak mau janji dengan rakyat Jambi kalo dak bisa memenuhinya”.

Program Jambi mantap memang rasionalisasi dan cara pandang Al Haris dan Yai Sani yang Sudah lama bergumul di birokrasi. 

Dengan menyusun sekaligus melihat Jambi mantap, Al Haris dan Yai Sani dapat mengukur sekaligus dapat mewujudkannya.

Namun yang membuat saya kemudian belajar didalam melihat pola kepemimpinan.  Seorang pemimpin harus mengukur sekaligus menghitung kemampuan didalam mewujudkan janjinya. Seorang pemimpin harus mengetahui kondisi dan sekaligus penguasaan medan dan lapangan. Sehingga ketika menyusun program harus tetap berpijak sekaligus mengukur kemampuan untuk mewujudkannya.

Saya kemudian teringat Filosofi Tiongkok. “Mengetahui kekuatan sendiri merupakan sebagian kemenangan yang bisa diraih. Sedangkan sisanya adalah pertempuran itu sendiri”.(***) 


* Penulis ialah advokat tinggal di Jambi