![]() |
“Kenapo mau jadi wartawan,” Kalimat pertama yang kau ucapkan kepadaku kala itu masih terngiang-ngiang di telingaku.
Kurang lebih 6 tahun kita saling mengenal, sering bercanda tawa, walau kadang banyolan ku kepada mu selalu berlebihan, namun tak pernah membuat mu tersinggung atau pun sakit hati.
Hari-hari yang lucu dan mengesalkan itu pernah Uda Ade Ambone lalui bersama kami rekan se-profesi. Terkadang mengupas fakta-fakta yang dibaluti dengan candaan, ketika kongkow-kongkow di Sekretariat IWO Batang Hari. Bahkan berkali-kali ia kerap menyebutkan, “Sayo ni senior jugo di IWO Batang Hari (organisasi wartawan,red). Jangan kurang ajar dengan sayo,” ucapnya sembari tertawa.
Satu hal yang menjadikan mu motivator bagi kami yang junior dalam dunia jurnalistik. Meskipun usiamu sudah lebih dari setengah abad, namun semangat mu mengalahkan kami para junior yang masih muda dalam menggeluti dunia jurnalistik. Bahkan, dalam satu hari engkau mampu bertemu dengan 10 sampai 15 orang lebih untuk sekedar bersilaturahmi dan ngobrol bareng.
Kepada ku engkau juga kerap menceritakan kebanggaan mu terhadap anak-anak mu yang sudah menyelesaikan studi, dan berhasil mendapatkan pekerjaan. Dan menurutmu mereka sudah mendapatkan bekal yang cukup untuk menjalani hidup ke depannya. Yah, mungkin beban yang kau pikirkan sudah berkurang sedikit, karena anak-anak mu sudah mulai mandiri dan siap untuk melangkah menjalani hidup.
Beberapa hari ini pun aku selalu teringat dengan celotehan mu, bahkan disela-sela waktu santaiku, kerap ku pantau posting di akun media sosial mu untuk menghibur hari-hari ku yang suntuk.
Namun, di tengah-tengah kerinduan dan belum sempat bertemu, Selasa (03/03/2026) Ba’da magrib aku mendengar kabar engkau telah berpulang ke rahmatullah. Kabar itu sontak membuat ku terkejut dan tak terasa seluruh tubuh ku gemetar merasa tak percaya mendengar berita perginya dirimu di bulan yang baik ini.
Ah, Uda Ade Ambone, akhirmu sangat baik. Engkau pergi di bulan yang baik, kau tinggalkan semua dunia dan sifat keduniaan yang serba terbatas ini. Semoga engkau menjadi penghuni surga, bertempat di yang maha baik, dan mendapat safaat dari rasul.
Dan, Ya allah. Biha Ya Allah, Bi Husnil Khatimah. Ya Allah dengarkan Ya Allah……, beri kami akhir yang baik, seperti sahabat kami itu. Aamiin.
Selamat jalan orang baik, segenap kru Bulian.Id mengucapkan selamat berpulang, kawan, saudara, uda, orang tua… Tenang di sana. (Dwi Danial)

Posting Komentar untuk "Obituari: Selamat Jalan Uda Ade Ambone"